Minggu, 10 November 2013

6. Project Time Management "Manajemen Waktu"

Nama : Wisnu Mahendra
NPM  : 48110557
Kelas  : 2DC01

2. Proses Management Waktu Proyek 

Manajemen Waktu Proyek, menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat dipastikan proyek selesai tepat waktu. Terdiri dari penetapan aktifitas, pengurutan aktifitas, perkiraan lama aktifitas, serta penyusunan dan pengendalian jadwal.

4. Project Network Diagram 

Activity On Arrow (AOA) 

Biasa disebut juga Arrow diagram Method. Adalah suatu metode dimana aktivitas itu dilambangkan dengan garis / anak panah dan node / lingkaran menunjukan letak point dimulai dan selesainya suatu aktivitas. 

Cara membuat AOA : 
1. Cari semua kegiatan gambarlah letak point dimulai kegiatan itu pada node / lingkaran sampai letak point selesainya proyek .  Setelah selesai menggambar node , tarik panah antara node dan hubungkan masing masing node.  Masukan huruf kegiatan atau nama dan perkiraan durasi pada panah terkait.
2. Melanjutkan menggambar diagram jaringan, bekerja dari kiri ke kanan. Masing - masing panah diberi aktivitas. 
3. Lanjutkan menggambar diagram jaringan proyek sampai semua kegiatan yang disertakan pada diagram yang memiliki keterkaitan
4. Sebagai aturan praktis, semua panah harus menghadap ke kanan, dan tidak ada panah harus menyeberang pada diagram jaringan AOA

Precedence Diagramming Method (PDM) 
·         Kegiatan yang diwakili oleh kotak
·         Panah menunjukkan hubungan antara kegiatan
·         Lebih populer daripada metode ADM dan digunakan oleh perangkat lunak manajemen proyek
·         Lebih baik untuk menunjukkan berbagai jenis dependensi (Keterkaitan) 

6. Estimasi Durasi Aktivitas dan Pembentukan Jadwal 

Estimasi Durasi Aktivitas :  
++ Durasi mencakup jumlah waktu aktual utk mengerjakan suatu aktivitas ditambah waktu yg 
hilang (elapsed
time)
++ Effort adalah jumlah hari-kerja atau jam kerja yg dibutuhkan utk menyelesaikan sebuah 
tugas
—++ Effort biasanya tidak sama dgn durasi
—++ Individu yg mengerjakan pekerjaan hrs membantu dlm membuat estimasi durasi aktivitas  dan kemudian harus ditinjau ulang oleh seorang ahli


Pembentukan Jadwal : 
—Gunakan hasil proses manajemen waktu utk menentukan tanggal mulai dan selesainya
proyek
—Tujuan utama adalah utk membuat jadwal proyek yg realistis yg dpt digunakan sbg dasar
untuk memantau kemajuan proyek dalam dimensi waktu
Tool dan teknik yg terkait adalah:
—++ Gantt Charts
—++ Critical Path Analysis
++ —Critical Chain Scheduling
++ PERT Analysis

8. Teknik Memperpendek Jadwal Proyek 

Proyek adalah  serangkaian kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu  tertentu  dengan alokasi  
sumber daya yang tersedia dan bertujuan untuk  melaksanakan tugas yang telah  ditetapkan.  Penjadwalan 
proyek adalah  rencana  pengurutan kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan sasaran khusus 
dengan saat penyelesaian yang jelas.

Setiap aktivitas dalam  proyek, pada dasarnya dituntut agar mampu menggunakan waktu  secara efektif dan 
efisien dengan hasil yang berkualitas. Untuk itu digunakan analisis dengan metode PERT (Program  
Evaluation and Review Technique). PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan  untuk 
melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi  bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu 
proyek.

a.  Metode Menggunakan Model Optimasi

Pada percepatan PERT menggunakan model optimasi sasarannya yaitu pada probabilitas yang dihasilkan. 
Pada tahap ini diasumsikan biaya yang dikeluarkan adalah biaya percepatan secara keseluruhan. Sedangkan 
biaya pada hasil optimasi hanya sebagai nilai untuk mencari probabilitas yang dimaksud.

Percepatan waktu pada proyek dengan metode PERT merupakan percepatan secara probabilitas. Dengan 
mengalokasikan sejumlah biaya tambahan pada jalur kritis, diharapkan dapat mempercepat waktu 
penyelesaian proyek beberapa hari. Untuk itu digunakan model matematika yang akan dibentuk dari 
distribusi probabilitas normal. Dalam kaitannya digunakan distribusi probabilitas standar.

b.  Metode Menggunakan CPM
 
Pada percepatan PERT menggunakan metode percepatan CPM. Pada metode ini biaya yang dikeluarkan 
diharapkan sesuai dengan waktu percepatan yang dihasilkan. Sehingga pada pengerjaannya lebih terarah 
pada biaya tiap satuan waktu dan jalur kegiatannya.

10. Critical Chain Scheduling 

Critical Chain Scheduling adalah tugas tergantung yang mendefinisikan batas minimal selesainya proyek.
Oleh karena itu, adalah aman untuk mengasumsikan bahwa rantai kritis terbuat dari tugas - tugas tergantung
urutannya.
Dalam Critical Chain Scheduling ( CCS ) , tugas-tugas bergantung dijadwalkan dengan cara yang paling
efektif dan menguntungkan .
Ketika datang ke CCS, dependensi yang digunakan untuk menentukan rantai kritis. Dalam kasus ini , dua
jenis dependensi yang digunakan ; Hand Off Depencies dan Resource Depedencies.
CCS adalah sebuah metodologi yang berfokus pada leveling Resource . Meskipun tugassebagian
besar menentukan jadwal proyek , pemanfaatan sumber daya memainkan peran kunci .Sebuah metodologi
seperti CCS mungkin sangat sukses dalam lingkungan , di mana tidak ada kekurangan sumber daya .
Namun dalam kenyataannya , hal ini tidak terjadi .
Proyek dijalankan dengan sumber daya yang terbatas dan sumber daya yang rata merupakan faktor penting
. Oleh karena itu , penjadwalan rantai kritis memberikan jawaban yang lebih baik untuk proyek-proyekyang
intensif sumber daya untuk mengelola pengiriman mereka .

12. Penggunaan Software Dalam Mendukung Manajemen Waktu Proyek
Sama seperti metodologi jalur kritis, ada perangkat lunak untuk penjadwalan rantai kritis. Perangkat lunak ini dapat dikategorikan menjadi "Stand Alone" dan "Client-Server" Perangkat lunak ini mendukung lingkungan multi-proyek secara default. Oleh karena itu, perangkat lunak ini berguna ketika mengelola proyek besar sebuah perusahaan besar.

Sumber Referensi :
Anonymous . 2011. Grup Proses Maajemen Proyek dan Manajemen Resiko.http://agape92.blogspot.com/2011/11/group-proses-manajemen-proyek-dan.html. Diunduh tanggal 09 November 2013
Dokumen 1 Diunduh tanggal 15 November 2013

Dokumen 2 Diunduh tanggal 15 November 2013

5. Project Scope Management "Manajemen Ruang Lingkup"




2. Proses Project Scope Management
·         Scope planning : menentukan bagai mana ruang lingkup akan ditentukan, diperifikasi, dan dikendalikan.
·         Scope definition: menelaah project charter dan pernyataan ruang lingkup awal dan menambahkan informasi lebih lanjut sebagai persyaratan yang dikembangkan dan perubahan permintaan tersebut disetujui.
·         Membuat WBS:mengelompokkan penyampaian proyek besar menjadi lebih kecil, komponen lebih mudah ditangani.
·         Scope verivikasi : penerimaan mempormalkan ruang lingkup proyek.
·         Scope Control : Pengendalian perubahan ruang lingkup proyek.

4. Mengapa perusahaan investasi pada IT

·         Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
·         Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
·         Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.

6. Proses Rencana IT dan Pemilihan Proyek 

Biasanya tidak cukup waktu atau sumber daya untuk menerapkan semua proyek ,Metode untuk proyek-proyek memilih meliputi :

- Berfokus pada kebutuhan organisasi yang luas
- Kategorikan proyek tegnologi informasi
- Tunjukkan net present value atau analisis keuangan lainnya
- Menggunakan metode skor tertimbang
-Menerapkanbalancedsorecard

8. Analisis Keuangan Proyek 

Didalam analisis dibutuhkan pertimbangan finansial yang merupakan hal terpenting dalam pemilihan proyek.
Sehingga dibutuhkan metode – metode dalam melakukan pertimbangan tersebut yang terdiri dari :

·         Net Present Value (NPV) analysis
·         Return on Investment (ROI)
·         Payback analysis

10. Penerapan Balance Scoreboard

Scorecard yang seimbang adalah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan.

Balanced Scorecard tetap mempertahankan ukuran finansial tradisional Tapi ukuran finansial menceritakan kisah tentang peristiwa masa lalu, cerita yang memadai untuk perusahaan abad industri di mana investasi dalam kapabilitas jangka panjang dan hubungan dengan pelanggan tidak penting untuk keberhasilan.. Langkah-langkah keuangan tidak memadai, namun , untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan perusahaan bahwa informasi usia harus membuat untuk menciptakan nilai masa depan melalui investasi pada pelanggan, pemasok, karyawan, proses, teknologi, dan inovasi.

12. Scope Planinng dan Scope Management

ScopePlanning
Scope Planning menjelaskan bagaimana suatu scope didefinisikan, diuji, dan diawasi serta bagaimana Work Breakdown Structure (WBS) akan dibuat. Scope Planning merupakan langkah awal dari scope manajement plan. Ukuran proyek,kompleksitas, kepentingan, dan faktor – faktor lain akan mempengaruhi seberapa banyak usaha yang dihabiskan pada scope planning.
Hasil utama dari scope planning adalah suatu scope management plan yang mempersiapkan suatu dokumen yang berisi deskripsi bagaimana tim akan mempersiapkan project scope statement, membuat WBS, memastikan penyelesaian dari proyek yang dikerjakan dan mengontrol perubahan pada scope proyek.

ScopeStatement
Langkah selanjutnya adalah menentukan lebih lanjut pekerjaan yang dibutuhkan untuk proyek. Scope Statement yang bagus sangat penting untuk kesuksesan proyek karena sangat membantu meningkatkan akurasi dari waktu, biaya, dan sumber yang digunakan, serta menegaskan suatu baseline untuk memastikan kemampuan dan mengontrol proyek dan juga membantu dalam memperjelaskan komunikasi dalam tanggung jawab kerja. Hasil utama dari scope definition adalah project scope statement.


14. Prinsip Dasar Pembentukan WBS 

WBS adalah pembagian deliverables proyek berdasarkan kelompok kerja. WBS dibutuhkan karena dalam sebuah proyek biasanya melibatkan banyak orang dan berbagai deliverables, sehingga sangat penting mengorganisasikan pekerjaan-pekerjaan tersebut menjadi bagian-bagiannya, serta bagaimana mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tsb sesuai pembagian yang disepakati.

16. Penggunaan Software Dalam mendukung Project Scope Management 

Dalam pengaplikasiannya, kita bisa menggunakan software untuk membuat mana saja yang termasuk ruang lingkup pekerjaan suatu proyek. Tujuannya tidak lain agar memudahkan kita dalam memanage ruang lingkup kerja proyek. 

Sumber Referensi :
Anonymous. 2010. Project Scope Management. http://ridwanlina.blogspot.com/2010/12/project-scope-management.html. Diunduh tanggal 15 November 2013. 

Anonymous. 2011. Project Scope Management. http://gerryghost.wordpress.com/2011/12/16/project-scope-management/. Diunduh tanggal 15 November 2013.

Anonymous. 2011. 
http://derianeka.blogspot.com/2011/11/manajemen-proyek-dan-manajemen-resiko_14.html. Diunduh tanggal 15 November 2013.